Langsung ke konten utama

partikel bermuatan dan partikel koloid

Semua partikel padat yang dikelilingi oleh air akan mempunyai muatan listrik yang mengisi permukaannya. (Sebenarnya ada partikel yang tidak mempunyai muatan listrik. Tetapi tidak ada partikel seperti itu yang bisa ditemukan di stok kertas.)

Untuk mengukur muatan listrik ini, kita bisa memanfaatkan pH air di sekitarnya. Biasanya berdasarkan pengukuran pH pada stock kertas, maka muatan yang diperoleh adalah negatif (dengan beberapa pengecualian).
partikel bermuatan negatif

Semakin tinggi nilai pH pada stock, maka muatan negatif pada permukaan serat juga semakin tinggi,

Pengaruh pH terhadap muatan partikel

Pada umumnya muatan permukaan partikel stock ialah negatif. Tapi ada juga beberapa partikel yang mempunyai 2 muatan permukaan, yaitu negatif dan positif. contohnya clay. Namun karena ada lebih banyak muatan negatif dari pada muatan positif pada partikel tersebut maka kita menyebutnya  “Net Negative Charge”. Maka secara keseluruhan muatan partikel pada stock dibebankan menjadi negatif.

Ilustrasi, partikel clay dengan muatan positif dan negatif
"Net Negative Charge"

Muatan pada permukaan partikel memberikan pengaruh pada  ion – ion yang ada disekitar air. Sehingga ion – ion yang bermuatan berlawanan akan tertarik ke permukaan partikel. Sedangkan ion – ion yang bermuatan sama akan ditolak dan menjauh dari permukaan partikel.


Semakin banyak ion – ion yang berlawanan muatan di air, maka partikel tersebut akan di kelilingi oleh muatan ion tersebut.Sehingga partikel – partikel tersebut tidak bisa saling berdekatan membentuk ikatan “Van Der Waals”.


Kita perlu tahu juga bahwa semakin besar luas permukaan partikel, maka semakin besar muatan ion nya. Pada tabel dibawah, terlihat jelas semakin kecil ukuran partikel, maka semakin luas area permukaan partikel.


Molekul dalam air akan bergerak terus menerus karena pengaruh kecepatan mesin kertas. Semakin kecil ukuran partikel, maka semakin terpengaruh oleh gerakan tersebut sehingga akan memantul ke belakang dan ke depan. Hasilnya adalah partikel tersebut menjadi mengambang.

partikel seperti itu yang selanjutnhya kita sebut koloidal material. Umumnya partikel tersebut memiliki diameter antara 1 μm dan 10 nm (0,001 mm - 0,00001 mm).

Ilustrasi, partikel koloid

Di dalam stock ada partikel besar (suspended material) dan ada partikel kecil(koloid dan solved material). Dimana partikel besar akan mengendap, sedangkan partikel kecil akan melayang-layang dalam larutan.


Referensi :
Ebook CEPATEC AB Knut-Erik Persson

Komentar

  1. Slots - Dr.MCD
    Dr.MCD offers 세종특별자치 출장안마 a wide variety of slot games for your 서귀포 출장마사지 mobile device! All of the 사천 출장샵 newest slot games from Pragmatic Play slot games will 광양 출장샵 be 광명 출장안마 playable

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Proses Pembuatan Kertas (Paper Making Proses)

Proses pembuatan kertas pada dasarnya memiliki dua tahap yaitu, stock preparation (penyediaan stock) dan paper machine (pembentukan lembaran). Salah satu bagian dari stock preparation adalan approach flow system (pengaturan aliran). paper machine di bagi lagi menjadi 2 bagian, yaitu wet end dan dry end. Stock Preparation Stock preparation (SP) merupakan awal proses pembuatan kertas dimana bahan – bahan serat diproses menjadi buburan pulp yang siap dibuat menjadi lembaran kertas. Tahapan proses dalam stock preparation meliputi, penguraian pulp, pembersihan, penggilingan, pencampuran, dan pengkondisian sebelum dikirim ke headbox. Stock preparation dimulai dari pulper hingga headbox. Pulper Proses pertama yaitu penguraian lembaran pulp menggunakan pulper. Pulper adalah tempat penguraian dari padatan pulp menjadi buburan pulp (Stock). Pulp dapat terurai akibat adanya interaksi antara serat dan agitator pulper, serat dengan dinding pulper, dan serat dengan serat lainnya. Ko

Macam-Macam Mesin Kertas

Desain mesin kertas biasanya bervariasi di setiap pabrik, tergantung tipe akhir kertas yang mau dihasilkan. Walaupun jenisnya berbeda-beda tetapi akan selalu ada forming section, press section dan drying section. Forming section Forming section berfungsi untuk membentuk Lembaran kertas yang keluar dari headbox. Serat-serat dalam stok diarahkan searah mesin (MD) kemudian menyebar ke silang mesin (CD), dan selama pembentukan formasi serat-serat itu juga mengalami proses dewatering (pengurangan kadar air). Forming section memiliki 2 bagian utama, yaitu : headbox sederhana dengan roll berlubang wire tipis tempat kertas terbentuk ilustrasi mesin fourdrinier Mesin kertas sederhana tersebut diatas dinamakan mesin Fourdrinier, mesin ini kebanyakan ditemukan di kertas bekas, kraft dan di pabrik kertas karung. ilustrasi mesin hybrid Untuk meningkatkan dewatering, pada mesin Fourdriner sering ditambahkan top wire di wire Fourdrinier. Ini sangat umum pada mesin yang

Wet Streng Agent

Wet strength agent merupakan bahan kimia tambahan yang hanya digunakan pada beberapa jenis kertas tertentu seperti facial tissue, towel paper, dan lain – lain. Penambahan wet strength agent ini bertujuan untuk meningkatkan kekuatan fisik pada kertas ketika kondisi basah. Wet strength agent harus memiliki kemampuan berikatan dengan serat maupun dengan wet strength agent itu sendiri. Wet strength harus dapat terdispersi dalam air, reaktif, dan memiliki afinitas yang baik terhadap serat. Wet strength kertas memiliki peranan yang sangat penting karena memiliki kaitan erat dengan kelancaran mesin kertas terutama pada bagian pengepresan. Wet strength agent memiliki banyak jenisnya, diantaranya : Urea formaldehyde Melamine formaldehyde Polyamidoamine epichlorohydrin (PAAE) karena keterbatasan ilmu serta pengalaman, maka admin hanya bisa menjelaskan 1 jenis saja, yaitu Polyamidoamine epichlorohydrin (PAAE) PAAE PAAE merupakan salah satu wet strength agent yang cocok dig